Liputan6.com, Jakarta – Penjualan sepeda motor Yamaha di Pulau Sumatera pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren positif. Bahkan, performanya diklaim lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh sejumlah faktor mulai dari kondisi ekonomi hingga preferensi konsumen di masing-masing daerah.

Hal ini disampaikan oleh Joni Lie, General Manager PT Alfa Scorpii, yang menjadi main dealer Yamaha untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.

“Kuartal pertama untuk tahun ini agak lebih baik dibanding sebelumnya. Kalau demand, mudah-mudahan masih bagus,” ujar Joni saat ditemui di sela acara Maxi Tour Boemi Nusantara di Toba, Sumatera Utara, akhir pekan kemarin.

Joni menjelaskan bahwa karakter konsumen di setiap wilayah Sumatera memiliki perbedaan. Meski begitu, lini Maxi Series Yamaha tetap menjadi kontributor utama dalam penjualan.

Menurutnya, segmen skuter matik premium (AT Premium) mendominasi dengan kontribusi sekitar 50 hingga 60 persen terhadap total penjualan. Setelah itu, disusul oleh lini Classy dan model lainnya seperti Gear.

“Di kategori AT Premium kira-kira kontribusinya 50 sampai 60 persen, baru disusul dengan Classy, kemudian diikuti tipe-tipe lain seperti Gear,” jelasnya.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan penjualan motor di Sumatera adalah kondisi ekonomi daerah, khususnya sektor komoditas sawit.

Wilayah seperti Riau hingga Aceh mengalami peningkatan ekonomi berkat harga komoditas yang membaik.

“Kondisi komoditas sawit sekarang lagi baik, jadi otomatis ini menjadi salah satu faktor demand bisa lebih bagus daripada tahun lalu,” kata Joni.

Sempat Anjlok karena Bencana
Meski secara umum positif, pasar otomotif di Sumatera sempat mengalami tekanan akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu, terutama di wilayah Aceh.

Joni mengungkapkan bahwa dampaknya cukup signifikan, dengan penurunan penjualan mencapai 60 hingga 70 persen di daerah terdampak.

“Kalau bencana kemarin di Aceh itu pengaruh sekali. Penurunan penjualan bisa sampai 60-70 persen,” ungkapnya.

Beruntung, respons cepat dari pemerintah dalam penanganan bencana turut mempercepat pemulihan kondisi pasar.

Saat ini, penjualan sepeda motor di wilayah terdampak disebut sudah kembali mendekati normal.

“Karena support pemerintah cukup cepat, pemulihannya juga cepat. Sekarang sudah hampir normal,” pungkas Joni.